Tampilkan postingan dengan label pusaka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pusaka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2012

PUSAKA KERAJAAN

Anda Berminat Hubungi :
No.Hp : 081325623820
E Mail  : bayusegorolor@gmail.com

Keris Sabut Inten Dapur Sisik Sewu
Di Jual

Keris Nogo Siluman
Di Jual

Rabu, 01 Agustus 2012

Ilmu Tayuh Keris


kerisIlmu Tayuh Keris adalah sejenis ilmu tradisional yang digunakan untuk menentukan apakah sebilah keris akan cocok dipakai atau dimiliki oleh seseorang, atau tidak. Ilmu ini terutama bermanfaat untuk meningkatkan kepekaan seseorang agar dia dapat menangkap kesan karakter sebilah keris dan menyesuaikan dengan kesan karakter dari calon pemiliknya.
 Contohnya, keris yang menampilkan karakter keras, galak, tidak baik dipakai oleh seorang yang sifatnya keras dan kasar. Untuk orang semacam itu sebaiknya dipilihkan keris yang karakternya lembut, dingin.

Sinom Robyong





Keris PB IV ini agak pendek, sekitar 32cm. Dhapurnya Sinom Robyong, dengan tinatah panjiwilis sak wedono simbang rojo (ada 3 garis mas). Keris ini dibuat oleh empu Brojoguno yang diperuntukkan pangeran ketika sunatan. Pamor keris ini menurut catatannya adalah pamor Ganggeng Kanyut.

Keris kagungan dalem ini bergelar Kanjeng Kyahi Dewabrata, turun temurun hingga terakhir menjadi koleksi kawan saya di Riau. Sebelumnya pernah dimiliki BPH. Sumodiningrat cucu Srisusuhunan Paku Buwana X.

KANJENG KYAI NOGO MANUK GAJAHELAR







Keris Kanjeng Kyahi Nogo Manuk Gajahelar

Ragam hias tradisionil memiliki makna yang dalam, ragam hias tersebut menjadi simbol yang sanggup menembus jaman, serta menembus modernitas. Makna di balik sebuah simbol dari kraton Cirebon sangat terkenal dengan ragam hias Peksi Naga Liman.

aneka keris



Dhapur Jangkung Mangkurat sering disebut Jangkung Mangkunegoro diperkirakan dibuat jaman Mataram Akhir. (diambil dari Katalog Keris Kamardikan Award '08 dan Majalah Pamor)

Jangkung Mangkunegara merupakan dapur keris Luk 3 (tiga) yang mempunyai 8 (delapan) ricikan, yaitu: Kembang Kacang, Lambe Gajah, Jalen, Pijetan, Tikel Alis, Sraweyan, Dua Sogokan berjajar bertemu di ujung bilah, dan Greneng. Kata Jangkung berarti menuntun, melindungi, mengawasi dan menjaga dari kejauhan, sedangkan Mangkunegara dapat berasal dari kata Mangku dan Negara. Mangku yang diartikan menopang/menyangga sedangkan Negara dapat diartikan bumi, wilayah beserta segala yang hidup dan tumbuh di atasnya. Jangkung Mangkunegara mempunyai arti mengatur dan memerintah negara atau wilayah yang menjadi kekuasaannya. Berdasarkan nama tersebut, tersirat makna simbolik terkait dengan suatu ajaran kepemimpinan.